PERINGATI HARI KESEHATAN JIWA: PEMUDA MENJADI PERHATIAN UNTUK PERUBAHAN DUNIA  

483

Socialworksketch.id – Hari ini seluruh dunia berfokus pada isu kesehatan jiwa. Upaya ini merupakan momentum peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 10 Oktober.

Beragam  masalah kesehatan jiwa sering kita dengar atau lihat baik melalui media televisi, cetak, online dan radio. Gangguan yang sering sekali terjadi dalam kesehatan jiwa antara lain gangguan kecemasan (anxiety disorder), gangguan afektif atau gangguan suasana hati (gangguan depresi, bipolar), gangguan psikotik (melibatkan kesadaran dan pemikiran yang menyimpang, seperti skizofrenia), gangguan makan, gangguan kontrol impuls dan kecanduan, gangguan obsesif kompulsif (Obsessive Compulsive Disorder), gangguan kepribadian (borderline personality disoder dan antisocial personality disorder), dan ganguan stres pasca-trauma (Post-traumatic stress disorder/ PTSD).

Tahun ini tema yang diangkat menjadi perhatian khusus yaitu “Young People and Mentah Health in A Changing World.” Dimana generasi muda diharapkan memiliki jiwa yang sehat dan siap menghadapi perubahan dunia. Generasi muda sebagai harapan masa depan, tentu menjadi sesuatu yang penting untuk diperhatikan. Masa pertumbuhan dan perkembangan akan membentuk dinamika suasana hati dan perilaku. Para remaja dan pemuda pun akan mengalami perubahan-perubahan sosial dimana peran sosial, tanggung jawab dan tuntutan sosial akan berubah seiring perkembangan mereka.

Penggunaan obat-obatan terlarang, alkoholisme, perilaku seks dan perilaku beresiko, dan perilaku lain yang terkait kesehatan menjadi rentan terjadi bagi para remaja dan pemuda. Ancaman lainnya, yang belum disadari oleh para remaja dan pemuda juga masuk pada isu perkembangan teknologi. Electronic Screen Syndrome, Internet Addiction Disorder, Internet Gaming Disorder merupakan beberapa kondisi yang dianggap sebagai gangguan kejiwaan yang disebabkan karena ketidaktepatan penggunaan teknologi informasi. Belakangan isu ini mencuat dan menjadi perhatian para peneliti dan praktisi kesehatan jiwa.

Isu kesehatan jiwa merupakan isu penting namun belum tampak serius dikalangan masyarakat. Seluruh elemen harus bersatu padu untuk dapat menginformasikan dan memberikan akses layanan. Selama ini ada banyak komunitas yang fokus pada isu kesehatan jiwa yang telah memberikan layanan baik informasi, penjangkauan maupun pendampingan, antara lain Komunitas Peduli Schizofrenia Indonesia (KPSI), Jaringan Rehabilitasi Psikososial Indonesia (JRPI), Bipolar Care Indonesia (BCI), Asosiasi profesi Psikiater, Psikolog, Pekerja Sosial Profesional dan Perawat Jiwa, komunitas In to The Light, Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) dan masih banyak lainnya yang dapat diakses oleh masyarakat.

Disamping hal diatas, peran pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan dan advokasi kebijakan yang mendukung layanan kesehatan jiwa harus menjadi prioritas. Kerja-kerja isu kesehatan jiwa bukan saja miliki orang-perorangan atau satu lembaga atau kementerian saja, melainkan kerja bersama untuk menghadirkan individu yang sehat jiwanya. Semoga Indonesia dapat menjaga para remaja dan pemuda untuk menjadi tangguh dan sehat jiwa untuk mampu berkontribusi terhadap perubahan dunia yang lebih baik.