STISIP WIDURI SUKSES SELENGGARAKAN PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA

635
Gambar 1: Asisten Pekerjaan Sosial SWS berfoto bersama HIMA STISIP Widuri

Socialworksketch.id – Keluarga besar Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial STISIP Widuri bekerjasama dengan Social Work Sketch (SWS) menyelenggarakan Let’s Talk and Share (28/10) di Aula Widuri, Palmerah. Kegiatan peringatan hari sumpah pemuda ini dikemas dengan begitu unik dan penuh keakraban.

STISIP Widuri telah berhasil melaksanakan kegiatan ini dengan mengundang Ketua BEM STISIP Widuri, Ketua Regional Forum Komunikasi Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) dan seluruh Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial dari kelima perguruan tinggi penyelenggara ilmu kesejahteraan sosial, Universitas Indonesia, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Widuri, Universitas Muhamadiyah Jakarta, UIN Syarief Hidayatullah.

Sebanyak 200 orang dari kelima perguruan tinggi berkumpul untuk memperingati hari sumpah pemuda. Pembantu Ketua III STISIP Widuri, Flores Mayaut dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut, karena sudah lama tidak dilaksanakan kegiatan serupa yang menjadi panggung bagi para mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial untuk berbagi pandangan dan pemikiran dalam mengkritisi permasalahan sosial dan pembangunan sosial di Indonesia.

“Kami menyambut dengan gembira kegiatan ini, karena ada banyak perguruan tinggi penyelenggara pendidikan Ilmu Kesejahteraan Sosial di Indonesia, dan di Jakarta terdapat lima perguruan tinggi. Hal ini baik, sebagai wadah berbagi pandangan dan pemikiran dalam mengkritisi permasalah sosial dan pembangunan sosial di Indonesia” ujar Flores Mayaut dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan.

Secara terpisah, pada paparannya SWS menyampaikan bahwa pemuda pemudi harus turut mengambil bagian dalam pembangunan bangsa kedepan, diperlukan sumberdaya profesional yang mengerti konsep keadilan dan kesejahteraan.

“Pemuda pemudi harus turut mengambil bagian dalam pembangunan bangsa kedepan, diperlukan sumberdaya profesional yang mengerti konsep keadilan dan kesejahteraan. Pemerintahan saat ini berfokus terhadap pembangunan manusia, maka kita perlu mempersiapkan diri untuk dapat berkontribusi terhadap penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan pembangunan sosial dengan memperhatikan standar kompetensi kerja nasional indonesia (SKKNI)” ujar Mike.

Merawat Cita-cita Bangsa Indonesia

Pada sesi talkshow para narasumber diminta untuk memberikan pandangannya sebagai perwakilan Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial di Jakarta. Hadir, Ketua Eka Lutfiana (STISIP Widuri), Fadhillah (UI), Ilham Ihza Mahendra (UMJ), Ade Firman (IISIP), dan Ryass Riski Mubarok (UIN Syarief Hidayatullah). Kelima narasumber ini dipandu langsung oleh Asisten Pekerjaan Sosial SWS, Dimas Rafid yang juga mahasiswa IKS UI.

Kelima narasumber bersepakat bahwa ada banyak pekerjaan rumah yang harus mereka lakukan sebagai agen perubahan. Menjawab tantangan dan permasalahan sosial tidaklah mudah, akan tetapi itu menjadi sebuah tanggung jawab dan peran kita bersama. Sesi talkshow diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan yang diberikan langsung oleh Flores Mayaut, selaku perwakilan STISIP Widuri.

Diakhir kegiatan, para Ketua HIMA IKS lima perguruan tinggi didampingi mahasiswa yang mengenakan pakaian daerah di Indonesia membacakan “Ikrar Pemuda-pemudi Ilmu Kesejahteraan Sosial” secara bersama-sama dengan seluruh peserta. Ikrar ini kemudian menjadi landasan bersama untuk terus berkontribusi dalam merawat cita-cita bangsa Indonesia.

 

Gambar 2: Flores M (PUKET III STISIP Widuri), Ryaas (UIN), Fadhillah (UI), Eka (STISIP Widuri),
Ade (IISIP), Ilham (UMJ) dan Moderator Dimas (UI)