BRSPDSRW “MELATI” KEMENTERIAN SOSIAL BERSAMA YAYASAN SKETSA PEKSOS INDONESIA MENYELENGGARAKAN PELATIHAN BAHASA ISYARAT

874

Gambar 1: Foto Bersama Perwakilan BRSPDSRW “Melati” dengan Peserta Pelatihan Bahasa Isyarat

Socialworksketch.id – Sabtu (15/6) siang, Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara “Melati” Kementerian Sosial bersama Yayasan Sketsa Peksos Indonesia menyelenggarakan pelatihan bahasa isyarat. Pelatihan dilaksanakan di Aula BRSPDSRW “Melati”, melibatkan 40 peserta yang berasal dari praktisi Pekerja Sosial, Mahasiswa Kesejahteraan Sosial, dan Asisten Pekerja Sosial dari Rumah Pekerja Sosial.

Kegiatan dibuka oleh perwakilan Kepala BRSPDSRW “Melati”, Heryana, S.Sos menyambut para peserta dan menyampaikan pesan dan motivasi pentingnya bahasa isyarat.

“Kami senang bahwa ada yang peduli untuk belajar bahasa isyarat. Perlu mengulang-ulang dan praktik langsung agar dapat fasih berkomunikasi. Semoga semuanya dapat mengaplikasikan dengan baik.” ujar Heryana, Koordinator Fungsional BRSPDSRW “Melati” dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Sketsa Peksos Indonesia, M.Ifan, M.Sos turut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan pentingnya pembelajaran bahasa isyarat karena terdapat banyak klien  atau penerima manfaat layanan kesejahteraan sosial yang memerlukan keterampilan khusus ini.

“Ada banyak kasus ditangani oleh Pekerja Sosial yang merupakan Tuna Rungu Wicara, namun kesulitan dalam berkomunikasi. Kita berharap keterampilan ini dimiliki sebagai keterampilan khusus yang sangat bermanfaat ketika harus berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat. Kita berharap, pelatihan seperti ini terus dilakukan.” ujar M. Ifan.

Meteri pengantar disampaikan oleh Taufik Syaeful R, M.Sos, Pekerja Sosial PRSPDSRW “Melati” dan praktik bahasa isyarat oleh Suminah, S.Sos. Aktifitas dilaksanakan dengan santai dan proporsional. Peserta terlibat aktif dan antusias, karena materi yang disampaikan merupakan direct practice tentang aktivitas sehari-hari. Tidak hanya paparan langsung, materi juga dikemas dengan cara menggunakan instrumen musik.

Para peserta mampu mengikuti dan memahami materi dasar penggunaan bahasa isyarat. Kegiatan ditutup oleh Ketua Yayasan Sketsa Peksos Indonesia, sekaligus pemberian kenang-kenangan kepada narasumber pelatihan bahasa isyarat.

Gambar 2: Suminah, S.Sos Memberikan Pelatihan Bahasa Isyarat

Gambar 3: Peserta Memperkenalkan Dirinya Menggunakan Bahasa Isyarat