PAKAR-PAKAR PEKERJAAN SOSIAL MENDUKUNG PENUH RUU PEKERJA SOSIAL SEGERA DISAHKAN

574

Gambar 1: Peserta Workshop Sosialisasi RUU Pekerja Sosial

Socialworksketch.id – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pekerja Sosial menjadi isu hangat sepanjang tahun ini. RUU yang tengah dibahas oleh Komisi VIII DPR menarik perhatian para pakar pekerjaan sosial dan penyelenggara kesejahteraan sosial di Indonesia. Pertemuan para pakar dan penyelenggara layanan kesejahteraan dilaksanakan pada senin (22/7) lalu di Redtop Hotel, Jakarta Pusat.

Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI) bekerjasama dengan ASPEKSI, UIN Alauddin Makassar melaksanakan “Workshop Sosialisasi Rancangan Undang-undang Pekerja Sosial” dengan didukung oleh UNICEF Indonesia. Sebanyak 45 peserta hadir yang berasal dari akademisi, praktisi pekerja sosial dan lembaga pemberi layanan kesejahteraan sosial. Kegiatan ini merupakan wadah untuk menginformasikan perkembangan RUU Pekerja Sosial sekaligus memberikan masukan yang diperlukan untuk memperkuat isi RUU.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua ASPEKSI, Dr. Oman Sukmana, M.Si, dilanjutkan dengan sambutan oleh Amanda Bissex, Chief of Child Protection, UNICEF Indonesia. Secara resmi kegiatan dibuka oleh Ketua KPSI, Drs. Toto Utomo Budi Santoso, M.Si. Sesi kedua pada pertemuan ini, dilanjutkan dengan pemaparan infografis perjalanan RUU Pekerja Sosial sejak tahun 2012 oleh Sekjend KPSI, Miryam Nainggolan, MSW dan paparan Bhakti Nusantara, Kepala Biro Hukum Kementerian Sosial yang selama ini turut mengawal RUU Pekerja Sosial.

Pada sesi kedua, peserta terbagi beberapa kelompok dengan topik pengguna jasa pekerja sosial, pengatur kegiatan pekerja sosial, pendidik dan pembimbing pekerja sosial, dan pengorganisasian dan peran asosiasi pekerja sosial. Sesi ini melahirkan beberapa action planyang menjadi pekerjaan seluruh stakeholder pekerjaan sosial. Beberapa diantaranya, sosialisasi kepada pemerintah dan lembaga pengguna pekerja sosial, penyesuaian akademik dan penyelenggaraan Pendidikan profesi, penguatan kelembagaan profesi dan peningkatan kapasitas pekerja sosial secara rutin, dan mengadvokasi penyusunan aturan turunan setelah RUU Peksos disahkan menjadi Undang-undang. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta sepakat dan terus mendorong agar pengesahan RUU Pekerja Sosial menjadi undang-undang dapat dilakukan dalam waktu 1-2 bulan mendatang.

Gambar 2: Bhakti Nusantara memberikan paparan perkembangan RUU Pekerja Sosial
Gambar 3: Diskusi Kelompok I
Gambar 4: Diskui kelompok II
Gambar 5: Diskusi Kelompok IV
Gambar 6: Diskusi Kelompok III