MENTERI SOSIAL HADIR PADA SYUKURAN UU PEKERJA SOSIAL HINGGA PENGUKUHAN DPP IPSPI PADA SEMINAR INTERNASIONAL KPSI

236

Gambar I: Pengukuhan DPP Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia Periode 2019-2022

Socialworksketch.id – Insan Pekerja Sosial Indonesia kembali merayakan hadirnya Undang-undang Pekerja Sosial. Kesempatan itu dilaksanakan bersamaan dengan pengukuhan DPP Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) periode 2019-2022 pada rangkaian kegiatan seminar internasional (7/10) yang diselenggarakan oleh Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI). 

Menteri Sosial, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si hadir pada kegiatan seminar internasional di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial. Perhelatan sehari itu memuat tiga agenda besar; syukuran lahirnya UU Pekerja Sosial dan pemberian penghargaan KPSI, pengukuhan DPP IPSPI Periode 2019-2022, dan seminar internasional tentang ‘Information & Communication Technology in Social Work: Prospects and Challenges.’

Seminar dihadiri oleh 450 orang yang terdiri dari Pekerja Sosial, Akademisi, Mahasiswa S1, S2, S3, dan Praktisi sosial. Diawali dengan penyampaian laporan panitia, Nurul Eka Hidayati, sambutan oleh Ketua KPSI, Drs. Toto Utomo B.S, M.Si sekaligus membuka acara. Selanjutnya, seminar dimulai dengan penyampaian keynote speech oleh Menteri Sosial.

Seminar dibagi menjadi tiga sesi, 1) Paparan Menteri Sosial, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si dan Prof. Frederic G. Reamer, Ph.D (School of Social Work, Rhode Island College) yang dimoderatori oleh Fentiny Nugroho, Ph.D; 2) Dr. dr. Irmansyah, Sp.KJ (Presiden JRPI), Karen Flanagan AM (Principal Advisor Child Protection at Save The Children Australian), yang dimoderatori oleh Dr. Siti Napsiyah, BSW., MSW; 3) Prof. Irwanto, P.hD (Unika Atma Jaya), Prof. Dr. Bambang Shergi L, MSc (Universitas Indonesia), yang dimoderatori oleh Nelson Aritonang, MSSW., Ph.D. Seminar ini menginformasikan pentingnya mendorong pemanfaatan teknologi informasi bagi praktik pekerjaan sosial dimasa mendatang dengan tetap mengedepankan etika profesional, dan prinsip penghargaan terhadap hak asasi manusia.