REMBUG FILM “LEAN ON ME”: SEBUAH CATATAN REFLEKSI

453

Sabtu (29/1) pagi, Social Work Sketch (SWS) menyelenggarakan rembug film yang berjudul “Lean On Me” di Rumah Pekerja Sosial, Jl. Percetakan Negara III No. 10, Jakarta Pusat. Film ini merupakan besutan pertama SWS yang membahas edukasi pentingnya hubungan antar manusia. Melihat situasi akhir-akhir ini semakin marak tindakan bullying dikalangan anak-anak dan remaja yang belum disadari oleh masyarakat.

Film ini digawangi oleh Dita Intan Wahyuni sebagai sutradara. Lean on Me, menceritakan seorang remaja bernama Burhanudin yang semasa sekolahnya mengalami kasus bullying dan kekerasan yang dilakukan oleh teman-teman sekolahnya. Tidak sampai disitu, terjadi hubungan yang tidak harmonis antara Burhanudin dengan keluarganya,  dan menjadi korban kekerasan oleh ibunya sendiri. Akhirnya memilih bolos sekolah bahkan memiliki niatan untuk bunuh diri.

Dalam film Burhanudin dapat keluar dan bangkit dari persoalannya karena adanya pendampingan dan support group yang dilakukan oleh Pekerja Sosial. Tidak sampai disitu, Pekerja Sosial berperan memberikan edukasi kepada orang tua, agar dapat melakukan pencegahan dan penanggulangan tindakan bullying itu sendiri. Dengan harapan, edukasi ini dapat memberikan nilai kepada orang tua tentang kepekaan terhadap apa yang dialami anaknya serta keadaan sosial yang terjadi. 

Pada bagian akhir film, terdapat pesan moral yang disampaikan. Pesan yang disampaikan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Pesan yang disampaikan bahwa “setiap orang boleh mengeluh, menangis, tapi menyerah bukanlah pilihan, karena disaat kalian menyerah disitulah titik kalian berhenti berkembang. Jangan pernah menyerah, karena kalian masih memiliki banyak sekali pilihan untuk hidup, serta kalian harus memiliki alasan yang kuat untuk masa depan kalian. Dan untuk para pelaku bullying, berhentilah dari sekarang, karena setiap perbuatan yang kalian lakukan pasti akan ada balasannya sekecil apapun itu, dan semoga para pelaku sadar serta bisa menciptakan kondisi dimana seseorang merasa aman dan bisa mengekspresikan diri mereka bagaimanapun caranya. Bangunlah komunikasi yang baik serta bangun relasi kemanusiaan yang bermartabat.”

Film berdurasi 47 menit 13 detik ini, banyak memuat nilai edukasi. Diantaranya yaitu ketika individu mengalami suatu masalah bullying, tidak ada salahnya mulai mencoba untuk bercerita kepada orang yang dipercaya, baik orang tua, guru maupun teman agar masalah tersebut tidak menjadi beban untuk diri sendiri yang nantinya akan berdampak kepada psikologisnya. Setiap orang sukses selalu dihadapkan oleh hal-hal yang besar dalam hidupnya, jadi anggaplah masalah yang dihadapi merupakan langkah awal menuju kesuksesan. Pada sesi rembug film moderator acara menutup dengan pesan, “Stop tindakan bullying, karena hal tersebut dapat menyebabkan depresi dan pengalaman traumatis yang merugikan.”

Gambar 2: Foto Bersama Rumah Pekerja Sosial