GERAK PEREMPUAN MENYELIMUTI HARI PEREMPUAN INTERNASIONAL

187

Gambar 1: Suasana Aksi di Taman Aspirasi (Depan Istana Negara)

Socialworksketch.id – Pada Minggu (8/3) pagi hingga sore hari, ribuan massa memenuhi jalanan sepanjang M.H. Thamrin pada peringatan Hari Perempuan Sedunia. Sebanyak 70 organisasi tergabung dalam aliansi Gerakan Perempuan Anti-Kekerasan (GERAK Perempuan) dan individual menyuarakan aspirasi dan tuntutan kekerasan sistematis terhadap perempuan.

Aktivitas terpantau, sejak pukul sepuluh pagi, massa berkumpul di depan kantor Bawaslu dan memulai long march dan menyampaikan aspirasi menuju kantor International Labour Organization (ILO), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), dan terakhir menuju Taman Aspirasi depan Istana Merdeka.

Peserta aksi menyampaikan enam tuntutan yang disampaikan; 1) Tangani dan tuntaskan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan; 2) Bangun sistem perlindungan komperhensif bagi perempuan, anak dan kelompok minoritas; 3) Cabut produk perundang-udangan dan batalkan rencana perundang-udangan yang diskriminatif, tidak berkeadilan gender, dan melanggar hak; 4) Hentikan agenda pembangunan yang berpihak pada investor; 5) Batalkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, RUU Ketahanan Keluarga, dan RKUHP!; 6) Bahas dan sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, RUU Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat dan ratifikasi Konvensi ILO 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja!

Yessy Istiani salah satu peserta yang hadir mewakili Social Work Sketch (SWS) menerangkan bahwa peringatan kali ini cukup besar jumlahnya dan berharap suara kita mendapatkan perhatian pemerintah dan stakeholder lainnya.

“Tahun ini banyak sekali ya. Saya ikut turun aksi hari ini bukan hanya untuk menyuarakan aspirasi saya, tapi saya juga menyuarakan suara perempuan lain dan mendukung penghapusan kekerasan seksual, dan mendorong hadirnya kebijakan produktif dan peka terhadap perlindungan perempuan.” ujar Yessy.

Kegiatan aksi ditutup dengan tarian Anti Perkosaan secara massal, dan dilanjutkan dengan pembacaan Sikap dan Tuntutan Politik yang dibacakan oleh beberapa perwakilan organisasi yang tergabung dalam GERAK Perempuan.

Berikut organisasi yang tergabung dalam GERAK Perempuan: Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Amnesty Internasional Indonesia, Arus Pelangi, Lingkar Studi Feminis Tangerang, Perempuan Agora, Konfederasi KASBI, PurpleCode Collective, Perempuan Mahardhika, Perkumpulan Lintas Feminist Jakarta (JFDG)-Women’s March Jakarta, Hollaback! Jakarta, perEMPUan, PKBI, SGRC, Gender Talk-UIN Jakarta, BEM STHI Jentera, Girl Up, SINDIKASI, Jaringan Nasional Advokasi – Pekerja Rumah Tangga, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, PUSKA GENSEKS UI, Solidaritas Perempuan, LBH APIK Jakarta, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) / Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP), FAMM Indonesia, KOPRI Jabar, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat, BEM IKJ, Space UNJ, Gerakan Perempuan– UNJ, LMND-DN, LPM Aspirasi – UPN Jakarta, Migrant CARE, Indonesia Feminis, Konde dot Co, SEMAR UI, Mawar Merona, Sanggar SWARA, Social Work Sketch (SWS), API Kartini, Himpunan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), On Women Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Koalisi Perempuan Indonesia KPI-DKI, Asia Justice and Rights (AJAR), Kalyanamitra, Aliansi Satu Visi, Pamflet Generasi, BEM FH UI, AKAR, BEM TRISAKTI, HIMAPOL IISIP, Lentera Sintas, Never okay, KitaSama, SamaSetara.id, Gartek Serang, KSPN, SPN, Pamflet, Waktu Perempuan, Swara Saudari – Purwakarta, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Greenpeace Indonesia.


Gambar 2: SWS Turut Serta Dalam Long March Peringatan International Women Day Tahun 2020

Gambar 3: Suasana Haru Pada Penutupan International Women Day Tahun 2020