COVID-19: TAMU LIAR DI BULAN PEKERJAAN SOSIAL

785
World Social Work Day 2020
Logo WSWD 2020

Oleh: M. Ifan, S.Sos., M.Sos

Ketua III Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI)  | Pendiri Social Work Sketch | Pengajar STISIP Widuri

Pertama kalinya, dunia terkejut akan penemuan ‘Pneumonia yang tidak biasa’ pada akhir tahun 2019, yang kemudian dikenal dengan Corona Virus Disease (Covid-19/2019-nCov) di Wuhan, Cina. Ketika WHO gencar memperingati banyak negara untuk mempersiapkan diri. Pemerintah awalnya masih menanggapi dengan santai situasi yang terjadi, mungkin agar masyarakat tidak terlalu panik. Hingga akhirnya, Presiden Jokowi mengumumkan pada tanggal 2 Maret 2020, sebanyak dua orang yang merupakan ibu dan anak positif terjangkit Virus Covid 19.

Tampak mengejutkan, setelah informasi tersebar beberapa pusat perbelanjaan diserbu warga masyarakat yang membeli segala keperluan sehari-hari akibat kepanikan yang dirasakan. Masker dan Hand Sanitizer merupakan barang yang tiba-tiba menjadi sangat langka. Informasi yang beredar menjadi simpang siur, hingga membentuk beragam opini yang menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Pergerakan virus ini hampir tidak terbendung. Hingga saat ini virus telah menyebar ke 155  negara, dan terkonfirmasi sebanyak 181.377 dan telah menewaskan sebanyak 7.119 orang di dunia (Pusat Ilmu dan Sistem Universitas Johns Hopkins). Hingga pagi ini (17/3), Indonesia terkonfirmasi sebanyak 134 terdampak virus COVID-19, dengan jumlah yang meninggal menjadi lima dan yang sudah pulih sebanyak delapan orang.

Diberbagai media, Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto  menyampaikan penyebaran telah memasuki Jakarta, Bandung, Tangerang, Solo, Yogyakarta, Bali, Manado dan Pontianak, tentu menaikkan tensi kepanikan masyarakat. Pada akhirnya, Presiden Jokowi secara resmi memutuskan kasus Covid-19 menjadi Bencana Nasional Non Alam di Indonesia.

Tanggung Jawab Bersama

Pemerintah terkesan menutupi informasi dalam mengantisipasi kasus lebih awal, demi meredam kepanikan di tengah Masyarakat. Namun, masyarakat juga berhak memperoleh informasi yang benar, agar dapat mempersiapkan diri dengan melakukan tindakan preventif dan promotif di lingkungan mereka.

Masyarakat Indonesia tentu akan memberikan kepercayaan penuh kepada Presiden dan pemerintah untuk bekerja jika Pemerintah terbuka dan mengajak partisipasi bersama. Usaha Pemerintah terbukti dengan melakukan penjemputan 245 orang Warga Negara Indonesia yang berada di Cina. Kemudian Pemerintah menyediakan Hotline Covid-19 di nomor 119 ext 9 untuk layanan kedaruratan dan menyiapkan 132 Rumah Sakit rujukan penanganan Covid-19 sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/169/2020 meliputi wilayah Aceh hingga Papua. Terakhir, mengevakuasi 188 WNI ABK kapal World Dream di Pulau Subaru, dan penyuluhan tentang menjaga kebersihan dan cara mencuci tangan yang benar.

Banyak Pemerintah Daerah kemudian membuat keputusan untuk menghentikan sementara pertemuan-pertemuan orang banyak untuk mengantisipasi penyebaran Pandemic Covid-19. Bulan Maret setiap tahunnya menjadi momen peringatan Hari Pekerjaan Sosial Sedunia (17/3), pun harus dihentikan demi kebaikan bersama. International Federation of Social Workers (IFSW) menyurati seluruh anggota diseluruh dunia agar menghentikan segala bentuk perayaan dan mempertimbangkan keselamatan bersama. Alih-alih menghentikan cuma-cuma, sesuai temanya “Promoting The Importance of Human Relationships” seluruh Pekerja Sosial diperintahkan untuk bersama-sama melawan Virus Covid-19 dengan menggabungkan keahlian dan sumber daya dalam melakukan pencegahan, dan promosi kesehatan kepada masyarakat.

Memastikan kehidupan yang sehat dan mempromosikan kesejahteraan bagi semua untuk menghentikan potensi penyebaran virus menjadi tanggung jawab bersama. Seluruh elemen masyarakat harus memahami tentang Covid-19 agar tidak memperbesar ketakutan dan persepsi masyarakat, sehingga abstain dalam perang melawan virus tersebut.

Langkah yang harus dilakukan oleh setiap individu diantaranya; 1) Mencuci tangan rutin; 2) Menjaga jarak dengan orang lain, khususnya dengan orang yang sedang batuk atau bersin; 3) Menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut jika sedang bersin atau batuk; 4) Membaca informasi Covid-19 yang resmi dari Pemerintah dan sumber terpercaya; 5) Membersihkan rumah secara menyeluruh menggunakan disinfektan; 6) Menghindari kerumunan orang, terutama diruang-ruang tertutup; 7) Menghubungi hotline jika anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas.

Terakhir, para Pekerja Sosial Indonesia diharapkan terlibat dalam advokasi bersama dengan para profesional lain dalam perencanaan, protocol keselamatan untuk menenangkan kecemasan masyarakat. Paling tidak ada beberapa peran Pekerja Sosial yang diperlukan untuk 1) Memastikan pada daftar perencanaan dan tanggap bencana kelompok rentan (Lansia, Ibu menyusui/ hamil, Disabilitas dan Anak); 2) Mengorganisir masyarakat untuk tersedianya kebutuhan dasar; 3) Merencanakan standar apabila anggota masyarakat dilingkungannya terjangkit virus; 4) Pekerja sosial dapat mengatur pola komunikasi strategis (online/ telepon) terhadap anggota masyarakat yang diisolasi dengan memberikan konsultasi dan teman berbicara untuk menenangkan selama proses isolasi (hal ini penting bagi orang/ kelompok yang beresiko); 5) Pekerja sosial bersama para profesional lainnya dapat memberikan Layanan Dukungan Psikososial kepada keluarga terdampak.

Dengan bersama-sama, Pemerintah dan Masyarakat, kita mampu bangkit dan melawan Virus Covid-19 di Indonesia. Semoga badai virus Covid-19 cepat berlalu. Kepada seluruh Pekerja Sosial di Indonesia, selamat memperingati Hari Pekerjaan Sosial Sedunia tahun 2020.