MERESPON SITUASI COVID-19: IPSPI DAN KPSI BERSAMA PUSBANGPROF KEMENSOS MENYELENGGARAKAN BIMTEK LAYANAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL

336

Gambar: Narasumber dan Peserta Bimtek LDP 2020

Pasca webinar launching Program Layanan Dukungan Psikososial (12/5) oleh Menteri Sosial, Juliari P.Batubara, kegiatan bimbingan teknis di laksanakan secara virtual. Program besutan Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) bersama Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial di dukung oleh Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (terdiri dari 15 pilar kesejahteraan sosial) berlangsung selama 3 hari (13-15 Mei).

Sebanyak 300 orang peserta berasal dari sumber daya manusia kesejahteraan sosial, seperti Pekerja Sosial, Penyuluh Sosial, TKSK, PSM, Tagana, Pendamping PKH, Perawat, dan Relawan Sosial di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan cukup padat, terbagi menjadi enam sesi dengan menyesuaikan waktu selama bulan Ramadhan.

Materi yang diberikan cukup beragam melengkapi pemahaman dan keterampilan para peserta. Pertama, pemetaan dan mekanisme rujukan selama pandemi covid-19; Kedua, Pelibatan Masyarakat dan PSKS dalam penanggulangan pandemi; Ketiga, Psikoedukasi sebagai alternatif layanan dukungan psikososial di masa pandemi; Keempat, dukungan psikologis awal (DPA) di masa krisis; Kelima, monitoring layanan dan rujukan; Terakhir, penjajakan kebutuhan dan dukungan psikososial selama pandemi covid-19.

Antusiasme dan keseriusan para peserta membuat suasana bimtek semakin bergairah. Di setiap sesi tanya jawab dibumbui dengan diskusi hangat, ketiga narasumber selalu berkolaborasi selama sesi tersebut. Ketiga narasumber bimtek sudah cukup lama bergelut dalam layanan dukungan psikososial di Indonesia. Ketiganya terdiri dari Nurul Eka Hidayati (Sekjend KPSI), Nicolas Indra Nurpatria (Psikolog, Pengajar Psikologi Universitas Atma Jaya) dan M. Ifan (Ketua III DPP IPSPI, Founder SWS dan Rumah Pekerja Sosial).

Setelah program bimtek selesai, para peserta diharapkan dapat menerapkan di satuan kerja dan wilayahnya. Tidak tanggung-tanggung, pasca bimtek ini akan disiapkan sebuah pangkalan data sebagai wadah bertukar informasi dan memenuhi kebutuhan psikoedukasi bagi masyarakat. Para peserta juga diberikan tugas untuk membuat bahan psikoedukasi, melakukan pemetaan hingga penjajakan kebutuhan di wilayah. Tidak sampai disitu, mereka wajib membuat laporan perkembangan kegiatan yang telah dilakukan di wilayah masing-masing. Hal ini guna, mendukung respon saat dan pasca pandemi covid-19 di Indonesia. Para peserta yang memenuhi kewajiban diatas, nantinya akan dipertimbangkan untuk mengikuti program bimbingan teknis lanjutan di waktu yang akan datang.