Jejak Hari Pekerjaan Sosial

666

SOCIALWORKSKETCH – Peringatan hari pekerjaan sosial masih menjadi perhatian publik akhir-akhir ini. Di beberapa daerah masih ada yang merayakannya melalui seminar, diskusi publik, aksi damai, kampanye pada acara car free day, dan lain-lain. Suasananya masih terasa dikalangan Pekerja Sosial dan masyarakat, meski puncak acaranya (15/03) telah berlalu.

Kemarin (28/03), terjadi sebuah diskusi hangat di kalangan Pekerja Sosial melalui sebuah jejaring media sosial. Pembahasannya seputar waktu peringatan hari pekerjaan sosial yang dirayakan pada tanggal 15 Maret pada tahun ini. Menariknya, ada beragam pandangan yang disampaikan pada diskusi tersebut. Dari beragam hal itu, penulis merasa senang akan proses diskusi hangat serta perhatian yang telah berlangsung diantara para Pekerja Sosial.

Tahun ini peringatan puncak hari pekerjaan sosial dikemas melalui tiga agenda. Pertama adalah seminar internasional, kedua yaitu pengenalan para Pekerja Sosial dari berbagai latar belakang praktik, dan terakhir adanya deklarasi Pekerja Sosial Profesional Indonesia. Tema global yang ditetapkan oleh International Federation of Social Workers (IFSW) tahun ini “Societies Thrives when the Dignity and Rights of all Peoples are Respected”, sedangkan tema seminar yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial dan Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) yaitu “Pekerja Sosial Profesi Terdepan Memperjuangkan Harkat dan Martabat Manusia”.

Bulan Maret memang menjadi bulan spesial bagi para Pekerja Sosial. Sebab, seluruh Pekerja Sosial di dunia turut merayakannya dengan beragam cara. Tahun lalu, Social Work Sketch (SWS) mengeluarkan sebuah Newsletter yang terdapat informasi tentang peringatan hari pekerjaan sosial yang diselenggarakan setiap bulan Maret. Newsletter tersebut diberikan pada puncak acara peringatan hari pekerjaan sosial kepada para peserta. Penulis mengutip kembali sebagian isi dari Newsletter (17 Maret 2015);

“Tidak banyak literatur yang memastikan kapan pertama kali hari pekerjaan sosial dirayakan. Paling tidak ada beberapa hal yang kami temukan. Sejak konferensi internasional pertama pekerjaan sosial di Paris pada tahun 1928, yang melahirkan International Association of Social Workers mengalami perkembangan. Pada tahun 1932 di Frankfurt disepakati sekretariat permanen internasional yang disetujui 8 anggota pendiri (Belgia, Cekoslowakia, Perancis, Jerman, Britania Raya, Swedia, Swiss dan Amerika Serikat) yang berbasis di Berlin. Pada perkembangannya, tahun 1956 asosiasi berganti nama menjadi International Federation of Social Workers (IFSW) dan berkedudukan di New York. Pada tahun 1959 mendapatkan status dewan konsultatif PBB untuk Economic and Social Council (ECOSOC). Kemudian, memiliki regional pertama di Eropa pada tahun 1965 dan regional Asia pada tahun 1967, serta belum ada perayaan resmi hari pekerjaan sosial. Asosiasi ini terus berkembang hingga memiliki kurang lebih 90 anggota negara di dunia.
Katherine A Kendall (Honorary President, IASSW), menuliskan dalam Annual Social Work Day at the United Nations 2008 bahwa pada tanggal 31 maret 2008 diselenggarakan hari pekerjaan sosial yang ke 25 dan peringatan 60 tahun Deklarasi Universal Human Rights di PBB (Kendall, 2008). Jika demikian, kesepakatan untuk merayakan hari pekerjaan sosial pertama sekali diselenggarakan pada tahun 1983. Kegiatan tersebut berlangsung di New York, selama bertahun-tahun telah terjadi peningkatan jumlah dari 200 orang hingga 1000 orang peserta. Jika menyimak hal diatas, tahun 2015 merupakan peringatan ke 32 tahun hari pekerjaan sosial sedunia yang dirayakan oleh IFSW, IASSW dan PBB. Hal itu dipertegas melalui agenda IFSW, yang akan melaksanakan 32nd Annual Social Work Day at the United Nation, New York pada tanggal 23 Maret 2015 mendatang. 
Literatur dan dokumentasi tersebut memang sangat penting bagi para Pekerja Sosial. Paling tidak saat ini kita mengetahui bahwa pada tahun 1983 untuk pertama kalinya secara resmi hari pekerjaan sosial ditetapkan dan dilaksanakan tidak hanya sebagai perayaan semata pada tiap tahunnya, melainkan juga sebagai refleksi dan pernyataan sikap untuk isu-isu yang berkembang.”

“Daftar Pustaka:
Kendall, Katherine A. 2008. Annual Social Work Day at The United Nations. Kendall Institute for International Social Work Education.
http://www.naswdc.org/pubs/news/2008/04/deSilva.asp
http://www.talentia.fi/en/talentia/activities/international_activities/worldsocialworkday
http://ifsw.org/world-social-work-day-2015/
http://en.wikipedia.org/wiki/International_Federation_of_Social_Workers

Tahun 2016 lalu menjadi peringatan ke 33 tahun Hari Pekerjaan Sosial Sedunia yang dirayakan oleh IFSW, International Association of Schools of Social Work (IASSW) dan PBB. Tentu banyak harapan yang disampaikan oleh para Pekerja Sosial, rekan profesi lain, dan masyarakat pada perayaan tahun ini. Kesadaran akan pentingnya nilai sejarah pekerjaan sosial merupakan bagian dari kehormatan serta kecintaan para Pekerja Sosial akan profesinya. Paling tidak kita semua telah melakukan refleksi, terus berusaha memperbaiki diri, memperjuangkan nilai profesionalisme Pekerja Sosial dengan latar belakang pekerjaan yang dimiliki, serta memiliki visi yang sama dalam memberikan layanan terbaik bagi penerima manfaat layanan.