Asah kemampuan Kelola Usaha, Tim SKA Ikuti Pelatihan Laporan Keuangan Sederhana bagi Usaha Baru Skala Mikro

252
Luhur Budijarso, Don Rozano (Staf Khusus Menteri Sosial RI)

SOCIALWORKSKETCH.ID – JAKARTA (21/3), Kementerian Sosial RI menggandeng Pahlawan Ekonomi Surabaya dalam hal pelatihan Laporan Keuangan Sederhana bagi usaha baru/skala mikro yang dijalankan para penerima manfaat di Sentra Kreasi ATENSI milik Kemensos RI.

Staf Khusus Menteri Sosial RI, Luhur Budijarso dan Don Rozano selaku Steering Committee di Pahlawan Ekonomi Surabaya, serta Doddi Madya Judianto, Ahli Keuangan sebagai pembawa materi di Webinar Pahlawan Ekonomi.

Sentra Kreasi ATENSI merupakan salah satu sumbangsih Kemensos RI mendukung upaya pemerintah mengatasi dampak pandemi Covid-19 melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

PEN merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian, khususnya sektor informal atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Program ini bertujuan melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya selama pandemi Covid-19. Program PEN diharapkan dapat ‘memperpanjang nafas’ UMKM sehingga mampu berkontribusi pada perekonomian Indonesia.

Sebagai informasi, Pahlawan Ekonomi merupakan program pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis komunitas, yang memberikan modul-modul pembelajaran mengenai perekonomian untuk para UMKM dan atau yang baru memulai usaha.

Webinar yang membahas tentang Laporan Keuangan Sederhana untuk UKM ini merupakan kelanjutan dari pertemuan/topik sebelumnya. Pembelajaran ini ditujukan bagi pelaku usaha yang sudah jalan dan ingin meningkatkan profesionalisme dalam bidang usahanya, salah satunya para penerima manfaat yang saat ini memulai usahanya di Sentra Kreasi ATENSI (SKA) milik Kemensos RI.

Luhur Budijarso, salah satu panelis mengulas pertemuan sebelumnya bahwa ada 3 (tiga) hal yang harus dilakukan dalam menyusun laporan keuangan. Pertama adalah mencatat secara disiplin seluruh pemasukan, pendapatan atau penjualan usaha. Kedua, menggunakan alat bantu untuk mencatat laporan, bisa menggunakan buku, komputer atau aplikasi mobile.

“Ketiga, pencatatan laporan keuangan ini penting, karena ujungnya kita ingin mengetahui posisi keuangan dari bisnis atau usaha kita, supaya kedepan tahu cara pengembangan bisnis kita, ” kata Luhur.

Luhur Budijarso juga menekankan bahwa banyak sekali keputusan bisnis justru dipengaruhi oleh laporan keuangan yang jujur, yang apa adanya.

Don Rozano menyatakan salah satu pelajaran penting dalam memulai usaha adalah usahakan jangan pernah berhutang sebelum mempunyai pasar dan produk yang jelas. Berhati-hatilah dalam berhutang. “Di pahlawan ekonomi, kami selalu mengajarkan, pinjam /berhutang adalah terakhir. Yang pertama produknya kita beres, kedua pasarnya kita beres, ketika akan menambah kapasitas baru boleh berhutang,” tegas Don.

Doddi Madya Judanto, selaku ahli keuangan menekankan bahwa Laporan keuangan atau catatan keuangan itu sederhana saja, disesuaikan dengan kebutuhan dan perjalanan usaha.

“Mencatat dan membuat laporan keuangan itu sebenarnya adalah membuat cerita tentang bisnis atau usaha kita, kita ingin tahu mulainya dari mana, sudah sampai tahap apa, apakah sudah sesuai cita-cita kita pada awal kita membuat usaha atau belum, kenapa bisnis bisa sukses, kenapa cerita bisnis bisa berakhir manis atau tidak seperti yang diharapkan, itu semua karena dicatat,” jelas Doddi.

Kedisiplinan dalam mencatat Laporan Keuangan Sederhana dalam bisnis kita sangatlah penting agar ketika memulai usaha atau usaha yang didirikan tetap sehat, dengan cara catat pendapatan apapun yang diterima, catat berapa modalnya serta menyimpan bukti-bukti transaksi agar memudahkan kita dalam mencatat laporan keuangan bisnis.

Kemudian menjaga modal usaha. Doddi menjelaskan bahwa diawal memulai usaha pasti menggunakan modal, sehingga ketika mendapat pendapatan, pastikan modal usaha bisa kembali terlebih dahulu. Hal pertama yang harus disisihkan dan dicatat adalah biaya-biaya, selanjutnya disisihkan untuk pengembalian modal usaha.

“Kita ingin melindungi, karena usaha ini tidak cuma sehari dua hari, kalau bisa bertahun-tahun. Bahkan, Mensos Risma ketika menyemangati UKM menyampaikan bahwa usaha ini bisa diwariskan ke anak cucu,” tutur Doddi.

Hal ini bisa dicontoh oleh penerima manfaat yang sudah mempunyai usaha melalui Sentra Kreasi ATENSI yang baru saja didirikan di beberapa Balai Kemensos, yaitu Balai Karya Pangudi Luhur di Bekasi dan Balai Besar Disabilitas Kartini di Temanggung serta akan didirikan juga di Balai-balai milik Kemensos lainnya.

Program Pahlawan Ekonomi yang diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu melalui Live Streaming di media sosial Facebook dan Zoom Meeting ini dapat mendorong penerima manfaat agar bisa memulai dan mengelola usaha untuk kemandirian ekonomi yang lebih baik, terutama dalam mencatat laporan keuangan usaha, sehingga penerima manfaat dapat mengetahui posisi keuangan bisnisnya untuk kesejahteraan hidup penerima manfaat.

Webinar ini diikuti oleh Kepala Balai, pegawai dan penerima manfaat di Balai-balai Rehabilitasi Sosial milik Kemensos RI yang sudah menjalankan usaha maupun yang akan bersiap membuka usaha di Sentra Kreasi ATENSI.

Sumber: Humas Ditjen Rehabilitasi Sosial